Halo halooo!! :D aku Lidyaaaa, aku murid MTsN Malang 1 *kenalan* ini postinganku yang pertama lhoo jadi agak deg-degan gitu deeehh~ Oiyaa,, aku mau share tentang,, *teteretereet* BENTUK BENTUK BELA NEGARAA,,!! naah, buat yang punya tugas suruh nyari bentuk bentuk bela negara,, ini dia contohyaa,, penasaran? kepo? haha :D yuukk,, check it out!
Nah, semua pada tau kan tentang bela negara? yup, bela negara itu sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Di sini, aku bakalan ngasih info tentang contoh bentuk-bentuk bela negara (infonya copas, haha :D). Bela negara dibagi menjadi 2, yaitu fisik dan non-fisik. aku ngasih contoh yang fisik dulu yaa,,
PENYERGAPAN
TERORIS TULUNGAGUNG
Dua Terduga Teroris Tertembak di Warung Kopi
Dua Terduga Teroris Tertembak di Warung Kopi
Harianjogja.com, KEDIRI-Dua orang yang diduga
teroris tertembak di sebuah warung kopi di Tulungagung, Senin (22/7/2013). Jenazahnya sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, Jawa
Timur.
Kepala Polres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro, mengatakan kedua
korban yang meninggal dunia memang sengaja dievakuasi ke Kediri. Petugas
melakukan langkah pengamanan di rumah sakit.
“Mereka ditangkap di Tulungagung, dan dibawa ke Rumah Sakit
Bhayangkara Kediri. Namun, untuk penjelasan detail, oleh Mabes Polri. Kami
hanya lakukan pengamanan maksimal,” katanya Senin (22/7/2013).
Informasi yang dihimpun, dua orang yang diduga teroris itu
tertembak saat sedang berada di warung kopi di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten
Tulungagung. Terdapat empat orang yang dicurigai teroris.
Mereka disergap Tim Densus 88. Dua di antara empat orang tersebut
tewas tertembak oleh petugas, sementara dua lainnya ditangkap hidup-hidup.
Jenazah dua orang yang tewas itu dibawa ke RS Bhayangkara Kediri,
sementara lainnya dibawa ke Polda Jatim.
Keterangan dari sejumlah petugas, satu orang tertembak di bagian
kepala, sementara satunya lagi tertembak di bagian perut. Polisi menjaga ketat
dua jenazah yang dirawat di ruang jenazah itu dan memasang garis polisi.
Jenazah hanya sempat dirawat sebentar di RS Bhayangkara Kediri,
lalu diangkut dan dibawa ke Surabaya. Untuk pengamanan, dua jenazah itu dikawal
sekitar 10 anggota Sat Brimob Polda Jatim bersenjata lengkap.
Kapolres enggan menceritakan lebih detail tentang kasus yang
melibatkan dua terduga teroris tersebut. Ia hanya menegaskan, masalah itu sudah
ditangani oleh Mabes Polri. Dari Polres Kediri Kota hanya melakukan pengamanan.
Sementara itu, di sekitar lokasi penyergapan yang ada di Jalan
Raya Pahlawan, Kabupaten Tulungagung masih dipadati warga. Di tempat itu
terlihat dipasangi garis polisi. Sejumlah petugas juga berjaga di tempat itu.
Warga juga ikut memadati lokasi itu, sehingga arus lalu lintas macet.
Terlebih lagi, lokasi warung kopi itu juga dekat dengan jalur utama, simpang
empat, sehingga arus lalu lintas tambah padat merayap.
Sampai saat ini, Polres Tulungagung juga masih melakukan
pengamanan. Bahkan, Kepala Polda Jatim juga langsung ke lokasi menggunakan
jalur udara. Ia meninjau langsung lokasi penyergapan terduga teroris tersebut.
Nah, itu,, itu salah satu contoh dari bela negara fisik, jadi kalo yang fisik itu pake senjata, teruus tonjok-tonjokan, teruus,, pokoknya pake kekerasan fisik deh. yookk lanjut ke contoh bentuk bela negara yang non-fisik.
Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade Matematika
Internasional
VIVAnews – Tim Indonesia berhasil
meraih 1 medali emas, 1 perah, dan 4 perunggu dalam ajang Olimpiade Matematika
Internasional (International Mathematical Olympiad)
ke-54 yang diselenggarakan di Santa Marta, Kolombia, pada 18-27 Juli 2013.
Ini adalah kali pertama Indonesia membawa pulang medali emas selama 25 tahun berpartisipasi dalam olimpiade tersebut. Medali emas itu dipersembahkan oleh Stephen Sanjaya dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, dan satu medali perak diraih oleh Fransisca Susan, juga dari SMAK 1 Penabur Jakarta.
Sementara 4 medali perunggu diraih oleh Bivan Alzacky Harmanto dari SMA Labschool Jakarta, Gede Bagsus Bayu Pentium dari SMA Semesta Semarang, Reza Wahyu Kumara dari SMAN Sragen, dan Kevin Chirstian Wibisono dari SMAK Ipeka Puri Indah Jakarta.
Stephen Sanjaya sebagai peraih medali emas, Kamis 1 Agustus 2013, mengatakan materi soal dalam olimpiade matematika umumnya dibuat dalam bentuk esai, dan peserta diberi waktu dua hari untuk menyelesaikannya. Pada hari pertama, untuk merampungkan tiga soal diberi waktu 4 jam 30 menit. Tantangan terberatnya, menurut Stephen, adalah tekanan ketika merepresentasikan jawaban soal.
Sebagai penghargaan terhadap prestasi tim Indonesia, pemerintah RI juga memberikan beasiswa untuk para peraih medali dalam Olimpiade Matematika itu, mulai dari jenjang S-1 hingga S-2. Sementara Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar, mengatakan pihaknya akan menyempurnakan sistem pengajaran agar ke depannya siswa Indonesia bisa lebih berprestasi.
Ini adalah kali pertama Indonesia membawa pulang medali emas selama 25 tahun berpartisipasi dalam olimpiade tersebut. Medali emas itu dipersembahkan oleh Stephen Sanjaya dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, dan satu medali perak diraih oleh Fransisca Susan, juga dari SMAK 1 Penabur Jakarta.
Sementara 4 medali perunggu diraih oleh Bivan Alzacky Harmanto dari SMA Labschool Jakarta, Gede Bagsus Bayu Pentium dari SMA Semesta Semarang, Reza Wahyu Kumara dari SMAN Sragen, dan Kevin Chirstian Wibisono dari SMAK Ipeka Puri Indah Jakarta.
Stephen Sanjaya sebagai peraih medali emas, Kamis 1 Agustus 2013, mengatakan materi soal dalam olimpiade matematika umumnya dibuat dalam bentuk esai, dan peserta diberi waktu dua hari untuk menyelesaikannya. Pada hari pertama, untuk merampungkan tiga soal diberi waktu 4 jam 30 menit. Tantangan terberatnya, menurut Stephen, adalah tekanan ketika merepresentasikan jawaban soal.
Sebagai penghargaan terhadap prestasi tim Indonesia, pemerintah RI juga memberikan beasiswa untuk para peraih medali dalam Olimpiade Matematika itu, mulai dari jenjang S-1 hingga S-2. Sementara Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar, mengatakan pihaknya akan menyempurnakan sistem pengajaran agar ke depannya siswa Indonesia bisa lebih berprestasi.
Untuk yang non-fisik ini nggak pake senjata ataupun kekerasan lho yaa, non-fisik itu bentuk bela negara yang menggunakan prestasi kayak contoh di atas. Bukan berarti perang pake medali buat nyekik atau pake piala buat mukulin musuh lhoo, tapi dengan ikut lomba-lomba yang membawa nama baik Indonesia dan dapet juara gituu. Nah,, sekarang udah pada nggak kepo lagi kan? :D buat yang punya tugas-tugas tentang bentuk bela negara,lebih tepatnya di pelajaran PKn, moga moga kalian bisa terbantu dengan post iniii,, (/^o^)/
weheheys, udah dulu yaaa,, bagi yang udah baca, terima kasih, thank you, arigatou, kamsahamnida, xie xie, dan yang terakhir,,,, matur nuwun sangeet,, :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar